Analisis Perspektif Guru Terhadap Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran IPA di SMP Negeri 22 Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.30863/mappesona.v6i1.3819Keywords:
Kurikulum Merdeka, Perspektif Guru, Peserta Didik, SMP, PendidikanAbstract
Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai telaah sudut pandang guru/pendidik yang mengampu mapel IPA Kelas VII di SMP Negeri 22 Surabaya terkait dengan penerapan kurikulum merdeka. Pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data yang memanfaatkan teknik wawancara dan teknik dokumentasi, serta dilakukan analisis dengan triangulasi data dan triangulasi metode. Wawancara dilakukan terhadap beberapa narasumber yang dianggap terkena imbas langsung dari perubahan kurikulum merdeka yang sedang diterapan di sekolah dan hanya dikhususkan untuk peerta didik kelas VII saja. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah, perubahan kurikulum menyebabkan beberapa kebingungan bagi sebagian besar guru yang mengampu pembelajaran IPA di kelas VII dengan kurikulum merdeka. Kurangnya pembinaan langsung dari pemerintah terkait pelaksanaan kurikulum merdeka membuat guru hanya bisa mencontoh sekolah-sekolah penggerak yang memang sudah terlaksana penerapan kurikulum merdeka bersama arahan langsung dari pemerintah. Jumlah pendidik untuk membina penerapan kurikulum merdeka di kelas VII juga dinilai kurang sehingga banyak guru yang merasa kewalahan, bahkan harus mengorbankan jam pendampingan untuk jadwal mengajar di kelas lain, yang memang jadwal yang berlaku bertabrakan. Guru juga merasa pelaksanaan pembelajaran projek memiliki beberapa dampak positif maupun negatif terhadap peserta didik. Dampak positifnya, peserta didik memiliki kemampuan yang terasah secara kemajuan teknologi, sedangkan negatifnya, peserta didik akan bosan karena pembelajaran projek dilaksanakan berturut-turut selama dua minggu tanpa adanya pembelajaran materi. Namun dari sekian banyaknya permasalahan, kurikulum merdeka memiliki keunggulan dalam hal pembelajaran berbasis pendidikan karakter yang mempunyai pengaruh pada pembentukan karakter peserta didik yang sempat hilang sebab pembelajaran secara daring.
Â
References
Akabayashi, Hideo. 2006. Average Effects of School Choice on Educational Attainment: Evidence from Japanese High School Attendance Zones. Japan
Andini, N. (2009). Analisis Pengaruh Persepsi Terhadap Keputusan Orang Tua Murid Memilih Jasa Pendidikan Di SD IT Bina Insani Semarang. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Aziizu, B. Y. A. (2015). Tujuan Besar Pendidikan Adalah Tindakan. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13540
Bintoro, Ratih Fenty A. 2018. Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Kebijakan Zonasi Sekolah Dalam kurikulum Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA Tahun Ajaran 2017/2018 Di Kota Samarinda. Jurnal Riset Pembangunan, 1 (1): 48-57.
Bulle, C., Margni, M., Patouillard, L., Boulay, A. M., Bourgault, G., De Bruille, V., Cao, V., Hauschild, M., Henderson, A., Humbert, S., Kashef-Haghighi, S., Kounina, A., Laurent, A., Levasseur, A., Liard, G., Rosenbaum, R. K., Roy, P. O., Shaked, S., Fantke, P., & Jolliet, O. (2019). IMPACT World+: a globally regionalized life cycle impact assessment method. International Journal of Life Cycle Assessment. https://doi.org/10.1007/s11367-019-01583-0
Bunar, N. (2010). The Controlled School Market And Urban Schoolsin Sweden. Journal Of School Choice, 47-73.
Khadowmi, E. R. (2019). Implementasi Kebijakan kurikulum merdeka Terhadap Proses kurikulum Peserta Didik Baru Kabupaten Lampung Tengah . Lampung: Universitas Lampung.
Khodijah, S., Mansur, R., & ... (2020). Analisis Problematika kurikulum merdeka Pada Keefektifan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 2 Malang. … : Jurnal Pendidikan Islam.
Mandic, S., Et. Al. 2017. Adolescents’ Perceptions of Cycling Versus Walking to School: Understanding The New Zealand Context. Journal of Transport & Health, 4, 294–304.
Mandic, S., Et. Al. 2017. “I Wanted To Go Hereâ€: Adolescents’ Perspectives on School Choice.
Journal of School Choice, 12 (1), 98-122.
Nakhma’ussolikhah. (2020). Konsep Bimbingan dan Konseling Perspektif Pendidikan Karakter Non Dikotomik. Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 1(02), 7–16. https://doi.org/https://doi.org/10.47453/coution.v1i2.104.
Nurlailiyah, A. (2019). Analisis Kebijakan kurikulum merdeka Terhadap Perilaku peserta didik SMP Di Yogyakarta. Realita.
Oktafiana Alma, d.k.k. 2019. Implementasi Kebijakan Pemerintah Tentang kurikulum Peserta Didik Baru Berdasarkan kurikulum merdeka Di Indonesia. Ponorogo : Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Vol 05 No 02 Hal. 93 - 105
Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 Tentang kurikulum Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau Bentuk Lain yang Sederajat.
Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang kurikulum Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau Bentuk Lain yang Sederajat.
Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 Tentang kurikulum Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau Bentuk Lain yang Sederajat.
Purwanti, Dian., Irawati, Ira., Adiwisastra, Jossy., dan Bekti, Herijanto .2019. Implementasi Kebijakan kurikulum Peserta Didik Baru Berdasarkan kurikulum merdeka di Kota Bandung. Jurnal Governansi, 5 (1): 12-23.
Ruqaiyah dan Atiek. (2011). Profesi Kependidikan. Bogor : Ghalia Indonesia
Saporito,S. 2017. Shaping Income Segregation in Schools: The Role of School Attendance Zone Geography. American Educational Research Journal. XX(X), 1–33.
Solichin, Mujianto dan Kutsi, Imama. 2019. Implementasi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang kurikulum Peserta Didik Baru Berbasis kurikulum merdeka pada Tingkat Madrasah Ibtidaiyah/ Sekolah Dasar di Kecamatan Jombang. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 5 (1): 20-39.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (19th ed.). CV. Alfabeta.
Susiwati, T., Aminin, S., & Sutanto, A. (2021). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN kurikulum merdeka PERSPEKTIF STAKEHOLDER SMP NEGERI 6 METRO Universitas
Muhammmadiyah Kota Metro PENDAHULUAN kurikulum merdeka merupakan sistem kurikulum peserta didik baru dengan menerapkan zona atau jarak tempat tinggal calon peserta did. POACE; Jurnal Program Studi Administrasi Pendidikan, 1(2), 112–119.
Werdiningsih, R. (2018). Kebijakan kurikulum merdeka Dalam Perspektif Masyarakat Pendidikan.
Journal of Materials Processing Technology.
Widjaja, S. (2020). Sekolah Unggulan. Metanoia, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.55962/metanoia.v2i1.36
Widyastuti, R. T. (2020). Dampak Pemberlakuan kurikulum merdeka Terhadap Mutu Sekolah Dan Peserta Didik. Edusaintek : Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 7(1), 11–19. https://doi.org/10.47668/edusaintek.v7i1.46
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Nadiah Arisa Faadhilah, Tatik Indayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Mappesona agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




