STATUS ANAK ZINA MENURUT MAZHAB SYAFI'I DAN HAMBALI
DOI:
https://doi.org/10.30863/arrisalah.v4i2.5812Keywords:
Anak Zina, Mazhab Syafi’i, Mazhab HambaliAbstract
Abstract
This study examines the legal status of illegitimate children (anak zina) according to the Syafi'i and Hambali schools of thought, a complex issue in Islamic law. An illegitimate child is defined as one born out of wedlock, as recognized by Sharia. The Syafi'i school acknowledges the lineage (nasab) of such children only from their mothers, while the Hambali school offers a more flexible approach in certain social contexts. The legal derivation methods employed by both schools include the Quran, Hadith, Ijma’, and Qiyas, differing in the acceptance of weak hadiths and the flexibility of analogies. This research emphasizes the importance of social justice and safeguarding the rights of illegitimate children, regardless of their lineage status, prioritizing public welfare (maslahah) and social equity as core principles.
Abstrak
Penelitian ini membahas status hukum anak zina menurut Mazhab Syafi’i dan Hambali, yang merupakan isu kompleks dalam hukum Islam. Anak zina didefinisikan sebagai anak yang lahir dari hubungan di luar pernikahan yang sah menurut syariat. Dalam Mazhab Syafi’i, nasab anak zina hanya diakui dari ibu, sedangkan Mazhab Hambali memiliki pandangan yang lebih fleksibel dalam beberapa aspek sosial. Metode istimbat hukum yang digunakan kedua mazhab meliputi Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, dengan perbedaan pada penerimaan hadis dha’if dan fleksibilitas qiyas. Penelitian ini menyoroti pentingnya keadilan sosial dan perlindungan hak-hak anak zina tanpa memandang status nasabnya, mengedepankan kemaslahatan dan keadilan sosial sebagai prinsip utama.
References
Al-Nawawi, I. (1998). Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazzab. Beirut: Dar al-Fikr.
Ibn Qudamah, M. (2003). Al-Mughni. Riyadh: Maktabah al-Rushd.
Al-Shatibi, I. (2006). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shari'ah. Cairo: Dar al-Hilal.
al-Buhturi, Z
Al-Syafi’i, Imam. (n.d.). Al-Risalah. Diterjemahkan oleh A. M. Basyuni. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Al-Razi, Fakhr al-Din. (n.d.). Al-Mahsul fi Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Ma'arif.
Hambali, Imam Ahmad bin. (n.d.). Musnad Ahmad. Beirut: Dar al-Fikr.
Ismail, Dr. Muhammad. (2016). Hukum Islam dan Hak Anak Zina. Jakarta: Pustaka Amanah.
Mawardi, Al. (2001). Al-Ahkam al-Sultaniyah wa al-Wilayat al-Diniyah. Kairo: Dar al-Turath al-‘Arabi.
Sulaiman, Dr. Ahmad. (2019). Perbandingan Mazhab dalam Fikih Islam. Jakarta: Al-Falah Press.
Syihab, Dr. Muhammad. (2017). Kedudukan Anak Zina dalam Perspektif Hukum Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zarqa, Dr. Muhammad Abu. (1999). Usul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Al-Sabuni, Muhammad Ali. (2007). Tafsir Ayat-Ayat Hukum dalam Al-Qur'an. Jakarta: Lembaga Penerbitan Universitas Islam Indonesia.
Al-Qaradawi, Yusuf. (1994). Fiqh al-Zina wa al-Tawbah. Cairo: Dar al-Shuruq.
Al-Shafi'i, Imam. Al-Risalah fi Usul al-Fiqh (Risalah tentang Usul Fikih). Penerbit: Dar al-Fikr, 1998.
Ibn Qudamah, Al-Maqdisi. Al-Mughni (Kitab tentang Hukum Islam). Penerbit: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2005.
Al-Nawawi, Imam. Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (Kitab Fiqih Mazhab Syafi'i).
Penerbit: Dar al-Fikr, 2000.
Al-Mardawi, Ibn Qudamah. Al-Insaf fi Ma'rifat al-Rajih min al-Khilaf (Kitab Fiqih Mazhab Hanbali).
Penerbit: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2004.
Al-Baghawi, Al-Husayn. Sharh al-Sunnah (Komentar tentang Hadis). Penerbit: Dar al-Salam, 2010.
Amin, Nabil. Hukum Zina dalam Perspektif Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hambali.
Penerbit: PT. Al-Muhsin, 2017.
Al-Tahanawi, Shah Waliullah. Imdad al-Fattah (Bantuan Hukum dalam Perkara-perkara yang Tidak Diketahui). Penerbit: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2003.
Bashir, Muhammad. Metodologi Istimbat Hukum dalam Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hambali. Penerbit: Pustaka Ilmiah, 2015.
Rasyid, Ahmad. Istimbat Hukum dalam Perspektif Fiqih Islam. Penerbit: Universitas Islam Negeri Press, 2018.
Yusuf Qardhawi. Fiqh al-Mar'ah: Hukum-Hukum Islam tentang Wanita dan Keluarga.
Penerbit: Pustaka Al-Tafseer, 2006.
Al-Suyuti, Jalaluddin. Al-Ashbah wa al-Naza'ir (Kitab tentang Perbedaan dan Kesamaan dalam Fiqih). Penerbit: Dar al-Fikr, 1999.
Al-Syirazi, Abu Ishaq Ibrahim ibn Ali. (2003). Al-Muhazzab fi Fiqh al-Imam al-Shafi’i (Jilid 2). Cairo: Dar al-Fikr.
Ibn Qudamah, Ahmad ibn Muhammad. (1997). Al-Mughni (Jilid 8). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Hasyim, Muhammad. (2011). Fiqh Islam dan Perbandingan Mazhab: Sebuah Telaah Hukum Keluarga (Jilid 1). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sabiq, Sayyid. (2005). Fiqh Sunnah (Jilid 3). Jakarta: Pustaka Firdaus.
Jurnal:
Nurhadi, Ahmad. (2019). "Perbandingan Pandangan Mazhab Syafi’i dan Hambali Terhadap Status Anak Zina dalam Perspektif Hukum Islam." Jurnal Hukum Islam 17(2)
Abdullah, Muhammad. (2020). "Hak Waris Anak Zina dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali." Journal of Islamic Family Law 12(1)
Masykuri, Ahmad. (2018). "Pendekatan Sosial terhadap Status Anak Zina dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali." Jurnal Fikih dan Hukum 10(1)
Al-Munir, Abdurrahman. (2022). "Perbandingan Hukum Nasab Anak Zina dalam Mazhab Syafi’i dan Hambali." Al-Islam Online. Diakses dari: https://www.al-islam.org/perbandingan-nasab-anak-zina.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with Ar-Risalah: Jurnal Hukum Keluarga Islam agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




