Kriterium Kaya dalam Zakat Profesi (Studi terhadap Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat di Sulawesi Selatan)

Authors

  • Mustafa Darwis Institut Agama Islam negeri Bone, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/arrisalah.v2i1.4170

Keywords:

Kriterium Kaya, Zakat Profesi, PERDA

Abstract

Abstrak

Penelitian ini adalah studi tentang kriterium kaya dalam zakat profesi pada Peraturan Daerah di Sulawesi Selatan. Kriterium kaya adalah tolok ukur kaya yang digunakan syara’ dalam menetapkan kewajiban zakat mÄl kepada muzakki. Akan halnya dengan zakat profesi sebagai salah satu bahagian dari zakat mÄl. Pokok permasalahan adalah bagaimana kriterium kaya dalam zakat Profesi, dengan sub pokok permasalahan penetapan kriterium kaya dalam zakat harta dan kriterium kaya sebagai pertimbangan syar’i dalam PERDA-PERDA zakat profesi di Sulawesi Selatan. Masalah ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan teologis normatif dan pendekatan yuridis normatif, dengan pengolahan data kualitatif, serta analisis data berupa content analysis (analisis isi).

Penetapan kriterium kaya dalam zakat harta (mÄl) merupakan ketetapan syara, hanya saja dalam istilah fikih dikenal dengan istilah ‘syarat wajib zakat’, yang pada dasarnya mewajibkan zakat hanya untuk orang-orang kaya. Ada tiga indikator yang dijadikan sebagai kriteria kaya, yaitu kelebihan dari kebutuhan dan bebas dari utang, harta yang produktif , serta niá¹£Äb. Pengaturan zakat profesi dalam PERDA-PERDA zakat di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa yang belum memenuhi kriterium kaya. Oleh karena itu, seharusnya kriterium kaya menjadi salah satu pertimbangan syar’i dalam menetapkan zakat profesi yang diatur di dalam PERDA zakat di Sulawesi Selatan. Kriterium kaya yang dimaksud adalah kesatuan niá¹£Äb emas 20 miṡqÄl dan dikeluarkan dari penghasilan bersih (netto), sehingga zakat yang dikeluarkan benar merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok.

Kata Kunci    : Kriterium Kaya, Zakat Profesi, PERDA

 

Abstrak: This thesis is the study of rich criteria in zakat profession in the local regulations in South Sulawesi. Rich criteria are the rich benchmarks used by syara’ in establishing the obligations of zakat mÄl to muzakki. As well as zakat  profession which is part of zakat mÄl. The subject matter is how the rich criteria in zakat profession, with sub issues of determining the rich criteria in zakat mÄl and rich criteria as consideration syar’i in local regulations of zakat profession in South Sulawesi. This problem is analyzed using normative theological approach and normative juridical approach. With qualitative data processing and data analysis in the form of content analysis.

The determination of the rich criteria in zakat mÄl is syara’ provision, only in terms of jurisprudence known as the mandatory requirement of zakat, which basically obliges zakat only to the rich. There are three things that serve as a rich criteria. Wich is the advantages of basic needs and free of debt, productive property, and achieve niá¹£Äb.

The rules of zakat profession in local regulations in South Sulawesi, there are some who have not met the rich criteria. Therefore, should the rich criteria become one of the considerations syar’i in establishing zakat profession that is regulated in local regulations in South Sulawesi. The rich criterion is the unity of niá¹£Äb with 20 miṡqÄl gold, and is paid  from the net income. So that the paid zakat is the true advantage of the basic needs.

Keyword        : Rich Criteria, Zakat Profession, Local Regulations.

References

Al-Qur’an al-Karim.

Abu DÄwud, Sunan Abi DÄwud, , Jilid. I, Cet. III; Beirut: DÄr al-Kutub al-Ilmiyah, 2011.

Abu Ubaid, Al-AmwÄl. Beirut: DÄr al-Fikr. 1988.

Andi Sarjan. Fikih Zakat Dalam Kajian Normatif, Kontekstual, dan Kontemporer, (Cet. I ; Yogyakarta: PRUDENT MEDIA, 2013

-------. Keuangan Islam Publik, Teori, Praktek, dan Pengembangannya di Masa Kini, Watampone: Lukman al-Hakim Press, 2015

Ash-Shiddieqy, TM. Hasbi. Beberapa Permasalahan Zakat. Cet. I; Jakarta: Tintamas, 1976.

-------. Pedoman Zakat. Cet. V; Jakarta: Bulan Bintang, 1984

Al-BukhÄri, Muhammad bin Isma'il. á¹¢ahih BukhÄri. Juz. III. Cet.III; Beirut: DÄr al-Kutub al-Ilmiyah, 2005.

Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: CV.Toha Putra, 1989

Hafidhuddin, Didin. Zakat dalam Perekonomian Modern, Cet. I; Jakarta: Gema Insani Press, 2002

Ibnu Kaṡir.Tafsir al-Qur’an al-Aẓim. Jilid. I. Cet. I; Beirut: DÄr al-Kutub al-Ilmiyah, 1994.

Ibnu Rusyd. BidÄyat al-Mujtahid. Beirut: DÄr al-Fikr, 1995.

Kurnia, Hikmat & Ade Hidayat. Panduan Pintar Zakat. Cet.I; Jakarta: Qultum Media, 2008.

Munawwir, Achmad Warson. Kamus al-Munawwir, Arab-Indonesia, Ed. I, Surabaya: Pustaka Progresif, 1997

Al-Qará¸awiy, Yusuf. Al-Ibadah fi al-Islam. Beirut: Muasasah Risalah, 1993.

-------. Fiqh al-Zakat. Terj. Salman Harun dkk, Hukum Zakat. Cet. II; Bogor: Pustaka litera AntarNusa, 2004.

Al-Qurá¹­ubi. Tafsir al-JÄmi’ li Ahkam al-Qur’an. Juz. IX . Beirut: DÄr al-kutub al-Ilmiyah, 1993.

Qadir, Abdurrahman. Zakat dalam dimensi mahdah dan sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998.

Al-Sarkhasi, Al-Mabsuth. Juz.III. Beirut: DÄr al-Fikr, 1989.

Sabiq, Sayyid. Fiqh al-Sunnah, Terj. Mahyuddin Syaf, Fikih sunnah, Cet.II; Bandung: Pustaka al-Azhar, 1990.

Shobirin, Teknik Pengelolaan Zakat Profesi, Jurnal ZISWAF, Vol. 2, No. 2, Desember 2015.

Zuhdi. Masjfuk. Masail Fiqhiyah: Kapita Selekta Hukum Islam. Jakarta: CV Haji Masagung, 1989.

Al-Zuhailiy, Wahbah. Al-Fiqh al-IslÄmi wa ‘Adillatuhu. Juz II. Damaskus: Dar al-Fikr, 1989.

-------. Al-Fiqh al-IslÄmi wa ‘Adillatuhu. Terj. Agus Efendi dan Bahruddin Fananny, Zakat: Kajian Berbagai Mazhab. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 1997.

Downloads

Published

2022-06-01

Citation Check