KONSEP HUKUM STATUS KELUH KESAH DI MEDIA SOSIAL DALAM TAFSI<R AL-QURT{U>BI><
DOI:
https://doi.org/10.30863/alwajid.v3i1.3823Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan data primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Tafsir al-Qurtubi memberikan konsep yang dapat digunakan untuk merespon perbuatan memposting status keluh-kesah di media sosial dilihat dari ayat-ayat al-Qur’an beliau tasirkan yang berhubungan dengan hal tersebut pada QS. al-Ma’a>rij/70:19-20. Konsep tersebut memberikan pemahaman bahwa perbuatan yang tidak baik dilakukan, perbuatan orang kafir dan menunjukkan sikap yang tidak bersukur terhadap nikmat Allah Swt.
Kata Kunci: Tafsir Al-Qurtubi, Status Keluh-KesahReferences
Al-Qur'a>n Al-Kari>m
Albar, Deni.(2022). Variasi Metode Tafsir Al-Qur’an. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati, 2022.
AS, Abdullah. (2018).Kajian Tafsir Li Jami Li Ahkam Al-Qur’an Karya Al-Qurtubi. Al-‘Ijaz: Jurnal Kewahyuan Islam, 4.4.
Bazith, Akhmad. (2021). Studi Metodologi Tafsir. Solok: Insan Cendekia Mandiri.
Bahri,Saiful, dkk, Koleksi Dan Katalogisasai: Naskah Klasik Keagamaan Bidang Tasawuf. (2013).Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta.
Fenti Himawati, Dkk. (2021). Self Disclosure Santri Remaja Di Media Sosial: Peran Self Identiti Status Dan Afiliation Motive. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8.1.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an Dan Terjemahnya (Jakarta: Kementerian Agama RI.
Mauludi, MR. (2019. Kumpulan Status Facebook Kata Bintang. Jakarta: Guepedia.
Al-Qat}t>an, Khali>l Manna>’.(t.th). Maba>h}is Fi> ‘Ulu>m Al-Qur’a>n. Kairo: Maktabah Wahbah.
Al-Qurt}ubi>, Abi> ‘Abdilla>h Muh}ammad ibn Ah}mad ibn Abi> Bakr. (2006). Al-Jami>’ Al-Ah}ka>m Al-Qur’a>n: Wa Al-Mubayyan Lima> Tadammanah Min Al-Sunnah Wa Ayi Al-Furqa>n. Beirut: Mu’assasah al-Risa>lah, 2006.
Rakhmah, Fahrur Rozi dan Niswatur.(2019). Tafsir Klasik: Analisis Terhadap Kitab Tafsir Era Klasik. Kaca: Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 9.2.
Rosramadhana, dkk. (2020). Menulis Etnografi: Belajar Menulis Tentang Kehidupan Sosial Budaya Berbagai Etnis. Jakarta: Yayasan Kita Menulis.
Salman, Mahsyur Hasan Mahmud. (1993. Al-Imam Al-Qurtubi: Syaikh Aimmah Al-Tafsir. Damaskus: Dar Al-Qalam, 1993.
Shihab, M. Quraish. (2005). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, Dan Keserasian Al-Qur’an. Cet. V. Jakarta: Lentera Hati.
Sholeh, Moh. Jufriadi.(2018). Tafsir Al-Qurtubi: Metodologi, Kelebihan, dan Kekuranganâ€Jurnal Reflektika. Jurnal Reflektika, 13.1.
Sundoro, Anang Ramadani. (2022). Kecenderungan Narsistik Mahasiswa dalam Menggunakan Media Sosial Instragram Ditinjau dari Jenis Kelamin, in Prosiding SNBK.
Taufik, A. Muh. dan Suhardiman. (2021).Analisis Gaya Bahasa Dalam Humor Pada Grup Status Super Lucu Media Sosial Facebook Kajian Stilistika. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7.3 .
Al-Zahabi>, Muh}ammad H}usain. (2000). Al-Tafsi>r Wa Al-Mufassiru>n. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.