PROSES BERPIKIR INTUITIF SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENYELESAIAN MASALAH PERSEN
Abstract
Abstract: Intuitive thinking is a non-analytic cognitive process, in which the emergence of ideas
is spontaneous and emerges suddenly. In learning mathematics, intuitive thinking is sometimes
needed as a thinking bridge in an effort to solve a problem. This research is a descriptive
qualitative study that aims to analyze how students involve their intuitive thinking skills in
solving percentage problems and to assess their difficulties encountered in that process. The
collecting data was employed by giving a test with three problem solving questions followed by a
depth interview. This study involved 25 students of grade 5 SD IBA Palembang with
heterogeeous cognitive performance; low, middle and high. The data then analyzed
qualitatively. The results reveal that intuitive thinking, basically, could support students to deal
with the percentage problems. All the prior knowledge and experiences lead them to develop
their ability to solve the given contextual problems in varied ways, including the use of
percentage bar and percentage line-like model.
Keywords: Intuitive thinking, percentage, mathematical problem solving
Abstrak: Berpikir intuitif merupakan proses kognisi non analitik, di mana kemunculan ide
sifatnya spontan dan muncul tiba-tiba. Dalam pembelajaran matematika, berpikir intuitif
kadangkala dibutuhkan sebagai jembatan berpikir dalam upaya menyelesaikan suatu
permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk
menganalisis bagaimana siswa melibatkan kemampuan berpikir intuitif mereka dalam
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persen dan kesulitan apa yang mereka temukan
dalam proses penyelesaian masalah tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
dengan memberikan tes dengan tiga soal problem solving kemudian dilanjutkan dengan
melakukan wawancara mendalam. Studi ini melibatkan 25 orang siswa kelas 5 SD IBA
Palembang yang terdri atas siswa dengan kemampuan kognitif heterogen. Data yang telah
dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan
berpikir intuitif pada dasarnya dapat membantu siswa untuk memecahkan masalah persentase.
Pengalaman serta pengetahuan awal yang telah diperoleh sebelumnya dapat membantu siswa
dalam menyelesaikan masalah kontekstual dalam berbagai bentuk jawaban termasuk
penggunaan model percentage bar dan percentage line.
Kata Kunci: Berpikir intuitif, persentase, pemecahan masalah matematika
References
DAFTAR PUSTAKA
Boyer, T. W., & Levine, S. C. (2012). Child proportional scaling: Is 1/3=2/6=3/9=4/12?
Journal
of Experimental Child Psychology, 111(3), 516–533.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jecp.2011.11.001
Dreyfus, T., & Eisenberg, T. (1982). Intuitive functional concepts: a baseline study on
intuitions. Journal for Research in Mathematical Educational, 6(2), 18–24.
Etika, E. ., Sujadi, I., & Subanti, S. (2016). Intuisi siswa kelas VII SMP Negeri 1
Nganjuk dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient
(AQ). Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, 4(5), 563–574.
Fischbein, E. (1897). Intuition in Science and Mathematics : An Educational Approach.
Kluwer Academic Publishers.
Henden, G. (2004). Intiutition and it’s role in strategic thinking. Norwegian School of
Management.
Mudrika, & BUdiarto, M. (2013). Profil intuisi siswa SMP dalam memecahkan masalah
geometri ditinjau dari kemampuan matematika siswa. Jurnal Pendidikan
Matematika, 1(1), 1–8.
Muniri. (2013). Karakteristik berpikir intuitif siswa dalam menyelesaikan masalah
matematika. Prosiding SNMPM Penguatan Peran Matematika Dan Pendidikan
Matematika Untuk Indonesia Yang Lebih Baik, 443–452.
Parker, Melani, & Leinhardt, G. (1995). Percent: a privileged proportion. Review of
Educational Research, 65(4), 421–481.
Permatasari, D., & Kusuma, A. B. (2015). Karakteristik berpikir intuitif siswa dalam
menyelesaikan masalah matematika. Prosiding Sendika, 173–179.
Rahayu, C., & Putri, R. I. I. (2016). Pembelajaran tentang Persentase dengan Baterai
Handphone di Kelas V SD Negeri 119 Palembang. Jurnal Pendidikan, 17(1), 45–
Rianasari, V. F., Budayasa, I. K., & Patahuddin, Si. M. (2012). Supporting Students ’
Understanding of Percentage. IndoMS. J.M.E, 3(1), 29–40.
Sa’o, S. (2016). Berpikir intuitif sebagai solusi mengatasi rendahnya prestasi belajar
matematika. Jurnal Review Pembelajaran Matematika, 1(1), 43–56.
Saraswati, S., & Dewantara, A. H. (2020). Konteks pemilihan ketua kelas pada materi
persentase: desain pembelajaran dengan pendekatan PMRI. Didaktika: Jurnal
Kependidikan, 14(1), 30–43. https://doi.org/10.30863/didaktika.v14i1.775
Usodo, B. (2011). Karakteristik intuisi siswa sma dalam memecahkan masalah
matematika ditinjau dari kemampuan matematika dan perbedaan gender.
Universitas Sebelas Maret Solo.
van Galen, F, & van Eerde, D. (2013). Solving Problems with the percentage bar.
IndoMS. J.M.E, 4(1), 1–8.

