WANITA YANG HARAM DINIKAHI MENURUT AL-QUR’AN (Kajian Tafsīr Mauḍū‘ī)

Authors

  • Irtiyaah Imtiyaaz Zuhri Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/arrisalah.v4i1.5683

Keywords:

Wanita yang haram dinikahi, Mahram, Al-Qur’an, Tafsīr Mauḍū‘i

Abstract

ABSTRACT

This reserach discusses women who are prohibited from marriage according to the Qur’an. It examines both the general concept of women who are prohibited from marriage and those specifically addressed in the Qur’an. The data for this qualitative research were obtained through library research using a thematic interpretation methodology (mauá¸Å«â€˜Ä«). The researcher collected and identified Qur’anic verses regarding women who are prohibited from marriage. As stated in QS al-NisÄ’/4:23, there are two types of prohibitions regarding women prohibited from marriage: permanent prohibition (maḥram mu’abbad) and temporary prohibition (maḥram mu’aqqat). This research finds that women who are prohibited from marriage fall into categories based on descent (nasab), breastfeeding (raá¸Ä‘ah), marriage (muá¹£Äharah), and legal consequences.

The results of this research show that the general concept of women who are prohibited from marriage includes the definition of mahram and its classifications. Prohibited marriage relationships are clearly outlined in QS al-NisÄ’/4:22-24 and QS al-Baqarah/2:221. Through analyzing these verses, this research identifies the prohibition of marrying a woman previously married by one's father, classifies prohibited women into three main categories (blood relations, breastfeeding, and marriage ties), and explains the prohibition of marrying married women and polytheist women. Based on these findings, there is a clear classification of women who are prohibited from marriage according to the Qur’an. This highlights the importance of understanding these marriage prohibitions within the community, ensuring that individuals conduct marriages in accordance with religious principles.

 

ABSTRAK

Penelitian ini membahas mengenai wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Penelitian ini mengkaji konsep umum tentang wanita yang haram dinikahi dan wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Data penelitian diperoleh dengan melakukan penelitian pustaka (library research) jenis kualitatif yang menggunakan metodologi tafsir tematik (mauá¸Å«â€˜Ä«). Peneliti mengumpulkan dan mengidentifikasi ayat-ayat al-Qur’an tentang wanita yang haram dinikahi. Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS al-NisÄ’/4: 23 bahwa terdapat dua bentuk larangan tentang wanita yang haram dinikahi, yaitu larangan pernikahan untuk selamanya (maḥram mu’abbad) dan larangan pernikahan untuk sementara waktu (maḥram mu’aqqat). Dari penelitian ini akan diketahui bahwa wanita yang haram dinikahi disebabkan oleh keturunan (nasab), persusuan (raá¸Ä‘ah), pernikahan (muá¹£Äharah) dan akibat hukum. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep umum tentang wanita yang haram dinikahi mencakup pengertian wanita yang haram dinikahi (mahram), dan klasifikasi mahram. Wanita yang haram dinikahi telah diatur dan dirincikan secara jelas dalam QS al-NisÄ’/4: 22-24 dan QS al-Baqarah/2: 221. Dengan mengidentifikasi ayat-ayat tersebut, menunjukkan larangan menikahi wanita yang pernah dinikahi oleh ayah, mengelompokkan wanita yang haram dinikahi menjadi tiga golongan (hubungan nasab, persusuan, dan pernikahan), dan menjelaskan larangan menikahi wanita yang telah bersuami, serta larangan menikahi wanita musyrik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat klasifikasi yang jelas terkait wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Hal ini menunjukkan urgensi pemahaman bagi masyarakat mengenai larangan pernikahan dalam Islam, agar setiap individu dapat menjalankan pernikahan sesuai dengan ketentuan agama.

References

Ayyub, Syaikh Hasan. Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008.

Al-Barudi, Imam Zaki. Tafsir Wanita. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2007.

Binjai, Abdul Halim Hasan. Tafsir al-Ahkam. Jakarta: Kencana Media Group, 2006.

Al-BukhÄrÄ«, Muḥammad bin IsmÄ‘īl. á¹¢aḥīḥ al-BukhÄrÄ«. Terj. Muhammad Iqbal dan Ma’ruf Abdul Jalil. Shahih al-Bukhari. Cet. II; Jakarta: Pustaka as-Sunnah, 2014.

Ghazaly, Abdul Rahman. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Haq, Elmia Zarchen. “Konsep Mahram di Dalam al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 23-24 (Kajian Tafsir Corak Fiqhi)â€. Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, 2021.

Al-Jamal, SulaimÄn bin ‘Umar. Al-FutūḥÄt al-Ilahiyyah bi Tauá¸Ä«á¸¥i TafsÄ«r al-JalÄlain. BeirÅ«t, DÄr IḥyÄ’ al-TurÄṡ al-‘ArabÄ«, t.t.

Al-JÄwÄ«, Muḥammad NawawÄ«. Al-TafsÄ«r al-MunÄ«r li Ma‘Älim al-TanzÄ«l. BeirÅ«t, DÄr al-Fikr: 1425 H/2006 M.

Kaṡīr, Ibnu. TafsÄ«r al-Qur’Än al-KarÄ«m Juz 1. BeirÅ«t: DÄr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.

Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, 2019.

Kosim. Fiqh Munakahat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2019.

Al-MarÄgÄ«. TafsÄ«r al-MarÄgÄ«. Semarang: Toha Putra, 1986.

Muhaimin, Abdul Wahab Abd. Hukum Perkawinan dalam Tafsir al-Qur’an al-Azhim. Jakarta: Gaung Persada Press, 2017.

Al-RÄzÄ«, Fakhr. TafsÄ«r al-KabÄ«r. BeirÅ«t: DÄr al-Fikr, t.t.

Rusyd, Ibnu. BidÄyah al-Mujtahid. Terj. Abu Usamah. Bidayatul Mujtahid 2. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Al-á¹¢ÄbÅ«nÄ«, Muḥammad ‘AlÄ«. RawÄ‘ī al-BayÄn, TafsÄ«r Ä€yÄt al-AḥkÄm Min al-Qur’Än. BeirÅ«t: DÄr al-Kutub al-IslÄmiyyah, 2001.

Sarwat, Ahmad. Wanita yang Haram Dinikahi. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018.

Al-á¹¢iddÄ«qÄ«, ḤasbÄ«. TafsÄ«r al-Qur’Än al-MajÄ«d al-NÅ«r. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2008.

Al-Suyūṭī, JalÄl al-dÄ«n. LubÄb al-NuqÅ«l fÄ« AsbÄb al-NuzÅ«l. Terj. M. Abdul Mujieb. Riwayat Turunnya Ayat-Ayat al-Qur’an. Rembang: DÄr al-IḥyÄ’, 1986.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Antara Fiqh Munakahat dan Undang-undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2006.

Al-Ṭabarī. Tafsīr al-Ṭabarī. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

TafsirQ. “Tafsir Surat An-Nisa’ Ayat 24: Tafsir Quraish Shihabâ€. Website Tafsir al-Qur’an, https://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-24#tafsir-quraish-shihab (15 Oktober 2023).

Al-Qaá¹­á¹­Än, Manna’ al-KhalÄ«l. MabÄḥiṡ FÄ« ‘UlÅ«m al-Qur’Än. BeirÅ«t: MansyÅ«rÄt al-‘Aá¹£r al-Ḥadīṡ, 1973.

QudÄmah, Ibnu. Al-MugnÄ«. Kairo: DÄr ‘Ālam al-Kutub, 1432 H/2011 M.

Al-Qurá¹­ubÄ«. Al-JÄmi‘u Li AḥkÄm al-Qur’Än. Kairo: DÄr al-Kutub al-Miá¹£riyyah, 1986.

Quá¹­b, Sayyid. TafsÄ«r fÄ« ẒilÄl al-Qur’Än: Di Bawah Naungan al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press, 2011.

Yamani, Moh. Tulus. “Memahani al-Qur’an dengan Metode Tafsir Maudhu’i.†Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1, No. 2 (2015).

Yunus, Mahmud. Kamus Arab Indonesia. Jakarta: PT. Mahmud Yunus Wa Dzurriyyah, 2010.

Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir al-Munir. Jakarta: Gema Insani, 2016.

Downloads

Published

2024-06-06

Citation Check