MENGKAJI SISTEM PENGUPAHAN BURUH DALAM UU NO. 11 TAHUN 2020 DENGAN SISTEM PENGUPAHAN YANG SESUAI DENGAN SYARIAT ISLAM DARI PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

Authors

  • Muspita Sari
  • Andi Resky Nursyam

DOI:

https://doi.org/10.30863/arrisalah.v3i1.5410

Keywords:

Upah, Buruh, Pengusaha

Abstract

Jurnal ini berjudul Mengkaji Sistem Pengupahan Buruh dalam UU No. 11 Tahun 2020 dengan Sistem Pengupahan yang Sesuai dengan Syariat Islam dari Perspektif Fiqh Muamalah. membahas mengenai bagaimana sistem pengupahan hukum positif yang dikolaborasikan dengan sistem pengupahan dalam syariat Islam. Dari latar belakang tersebut kemudian timbul hubungan kerjasama antara pengusaha dan pekerja. Bagi pengusaha upah itu adalah biaya produksi yang harus diminimalisir agar harga barangnya tidak terlalu mahal. Bagi pekerja upah adalah jumlah uang yang diterimanya pada waktu tertentu sesuai dengan kapasitas pekerjaannya.  Dalam Al-Qur'an  secara tegas  mewajibkan  seseorang (pengusaha) untuk membayar gaji karyawan yang ia pekerjakan. Sedangkan besaran upah dalam Islam harus ditentukan dengan kesepakatan antara pekerja dan majikan berdasarkan   nilai-nilai universal seperti prinsip keadilan, kelayakan, dan kebajikan

References

Buku

Afandi, M.Yazid, Fiqh Muamalah dan Implementasinya dalam Lembaga

Keuangan Syari’ah (Yogyakarta: Logung Pustaka, 2009), hlm. 188.

Afzalurrahman, Muhammad sebagai Seorang Pedagang (Jakarta: Yayasan

Swarna Bhumy, 1997), hlm. 286.

Afzalurrahman, Muhammad sebagai Seorang Pedagang (Jakarta: Yayasan

Swarna Bhumy, 1997), hlm. 296.

Al – Juhaili, Wahbah, Al – Fiqih Al – Islami wa Adillatuh, juz IV, hlm. 733 –

Al – Kasani, Alauddin, Badai` Ash – Shanai` fi Tartib Asy – Syara`i, juz IV,

hlm. 174.

Al – Kasani, Op.Cit, juz IV, hlm. 201.

Asy – Syarbini, Muhammad, Mugni Al – Muhtaj, juz II, hlm. 332.

Asy – Syarbini, Muhammad, Op. Cit, juz II, hlm. 358.

Azhar Basyir, Ahmad, Asas-Asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam)

(Yogyakarta: UII Press, 2000), hlm. 11-16.

Azhar Basyir, Ahmad, Refleksi Atas Pemikiran Keislaman, cet. ke-4

(Bandung: Mizan, 1996), hlm. 191.

Aziz, Syaifullah, Fiqih Islam Lengkap, (Surabaya, Asy – Syifa: 2005), hlm.

Halim, A. Ridwan, Hukum Perburuhan dalam Tanya Jawab, (Jakarta Timur:

Ghalia Indonesia, 1985), hlm. 84-87.

Haroen, Nasroen, Fiqh Muamalah, (Jakarta, Gaya Media Pratama: 2000),

hlm. 228.

Husain At-Tariqi, Abdullah Abdul, Ekonomi Islam, Prinsip, Dasar, dan

Tujuan, cet. ke-1 (Yogyakarta: Magistra Insania Press, 2004), hlm. 99.

Ibn Abidin, Radd Al – Mukhtar Ala Dur Al – Mukhtar, juz IV, hlm. 110.

Ibn Qudamah, Al – Mugni, juz V, hlm. 398.

Lihat Ibn Qayyim, I`lam Al – Muwaqi`in, juz II, hlm. 15.

Qs. Al – JÄtsÄ«yah: 22.

Qs. An - Nahl: 90.

Qs. Thahah: 118 – 119.

Soepemo, Iman, Hukum Perburuhan Bidang Hubungan Kerja (Djambatan:

Karya Unipres, 1975), hlm. 98.

Soepemo, Iman, Pengantar Hukum Perburuhan (Jakarta: PT. Ikrarabadi,

, hlm. 130-131.

Syarh Al – Kabir li Dardir, juz IV, hlm. 2.

Putusan Pengadilan dan Perundang – Undangan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang

Upah Minimum.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang

Upah Minimum.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-01/MEN/1999 tentang Upah

Minimum.

Internet

Nurhanisah, Yuliana, 2019, “Penetapan Upah Minimimum dalam Turunan Cipta

Kerjaâ€, https://indonesiabaik.id/infografis/penetapan-upah-minimum-dalam-turunan-cipta-kerja. Diakses pada Selasa, 29 Maret 2002, Pukul 04 : 56.

Downloads

Published

2023-06-17

Citation Check