Maksud Tuturan Pappaseng dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.30863/maraja.v4i2.6221Keywords:
Pappaseng, Pembelajaran sastra, Sastra lisan, Sekolah dasarAbstract
Penelitian ini didasari atas fenomena sastra lisan pappaseng yang banyak menggunakan bahasa konotatif. Kemudian, sastra tersebut banyak mengandung nilai-nilai luhur yang sangat bermanfaat untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dari hal tersebut, maka diperlukan analisis secara mendalam mengenai makna atau maksud sastra lisan tersebut dengan menggunakan pendekatan pragmatik khususnya dalam hal implikatur. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan maksud yang terkandung dalam pappaseng yang berbahasa konotatif dan mengimplikasikannya dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah pappaseng berbahasa konotatif dan sumber datanya adalah pappaseng yang hidup dalam masyarakat Bugis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik simak bebas cakap. wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan teknik model Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa pappaseng yang menggunakan bahasa konotatif. Pappaseng-papaseng tersebut berwujud monolog dalam bentuk werekkada (ungkapan atau pribahasa) dan elong (puisi atau lagu). Masing-masing pappaseng tersebut memiliki maksud tertentu dan dengan memahami maksudnya, maka nilai-nilai moral yang terkandung dalam pappaseng tersebut dapat diketahui dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pappaseng tersebut juga dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar dalam bentuk pengalihwahanaan, penyisipan dalam tuturan, dan mengajarkannya dalam pembelajaran bahasa daerah.
References
Abbas, I. (2013). Pappaseng: Kearifan Lokal Manusia Bugis yang terlupakan. Sosiohumaniora, 15(3), 272-284.
Achmad., & Abdullah, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.
Amir, A. (2013). Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: Andi.
Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. (1999). Nilai Edukatif Pappaseng dalam Sastra Bugis. Bunga rampai Hasil Penelitian Bahasa dan Sasta III. Makassar: Balai Bahasa, Pusat Bahasa, departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Djadjasudarma, T.F. (2010). Wacana. Bandung: Refika Aditama.
Elfira, M. (2013). Model Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal di Minangkabau dan Bugis. Makalah. Tidak diterbitkan.
Haddade, M. N. (1986). Ungkapan, Pribahasa, dan Paseng sastra Bugis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.
Hutomo, S.S. (1991). Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Surabaya: HISKI Komisariat Jawa Timur.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. 41-58.
Kamaluddin. (2017). The Use of Buginese Ancestors’ Messages. Juornal Noken, 3(1), 11-20.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta: Indonesia University Press.
Mariani, S., & Ramadan, S. (2024). Pemanfaatan Aplikasi Powtoon sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Madrasah Ibtidaiyah Research Journal, 2(2), 132-138. Doi: https://doi.org/10.30863/maraja.v2i2.5598
Mattalitti, M. A. (1986). Pappaseng To Riolota Wasiat Orang Dahulu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.
Moleong, L.J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana. (2005). Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mustafa. (2014). Refleksi Kejujuran Masyarakat Bugis dalam Pappasengna To Maccae Ri Luwu Sibawa Kajao Laliqdong Ri Bone. Sawerigading, 20(3), 455-462.
Nuraini, C. (2015). Kajian Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, Fungsi, dan Nilai dalam Puisi Pupujian di Kecamatan Cilamaya, Wetan, Kabupaten Karawang, serta Pelestariannya. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Oktasari, A., & Kasanova, R. (2023). Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Sastra Anak. Journal on Education, 5(4), 12017-12025. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2163
Pelras C. (2006). Manusia Bugis. Jakarta: Nalar bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris.
Rahmi, S. (2016). Karakteristik Pridadi Ideal Konselor dalam Perspektif Budaya Bugis. Jurnal Konseling Indonesia, 1(2), 107-113.
Ramadan, S., & Usman, U. (2016). Analisis Implikatur pada Kolom Mang Usil dalam Surat Kabar Harian Kompas dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 80-89. https://doi.org/10.26858/retorika.v9i1.3796
Ramadan, S., Rengko, S., & Kosasih, E. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra Lisan Ada Pappaseng. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 769-778.
Ramadan, S. (2019). Makna Dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pappaseng dan Pemanfaatan Hasilnya sebagai Buku Pengayaan Pengetahuan di SMA (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).
Ramadan, S. (2025). The Values of Islamic Education in Pappasêng of the Bugis Tribe and Its Implementation in Elementary School Learning. Didaktika : Jurnal Kependidikan, 19(1), 68–81. https://doi.org/10.30863/didaktika.v19i1.8712
Rosidi, I. (2009). “Contoh Proposal Penelitian: Bentuk Implikatur dalam Kegiatan Transaksi di Koperasi Siswa SMKN kota Pasuruan”. http://guruumarbakrie.blogspot.com/. Diunduh pada tanggal 29 Januari 2019 pukul 19.40 WIB).
Said, D.M., & M. Ide. (1977). Dictionary of Bugis-Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Sikki, dkk. (1998). Nilai dan Manfaat Pappaseng dalam Sastra Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.
Sugirma. (2017). Mengungkap Pesan-Pesan Al-Quran Melalui Petuah Bugis “Pappaseng to Riyolo”. PALITA: Journal of Social-Religion Research, 2(1), 37-54.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukatman. (2009). Butir-Butir Tradisi Lisan Indonesia: Pengantar Teori dan Pembelajarannya. Yogyakarta: LaksBang Presindo.
Syamsudduha, dkk. (2014). Educational Value and Character in Pappaseng Bugis (Buginese Message). Journal of Language Teaching & Research, 5(5), 1092-1102.
Teeuw, A. (1988). Javanistic tendencies in recent Indonesian literature. Tenggara: Journal of Southeast Asian Literature, 21-22.
Yule, G. (2006). Pragmatics. England: Oxford University Press (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia oleh Indah Fajar Wahyuni). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Zamzani. (2007). Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Cipta Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Syahru Ramadan, Nirwana Rasyid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Madrasah Ibtidaiyah Research Journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



