PEMANFAATAN PUDDING KELOR SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN STUNTING DALAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT)
Keywords:
Pudding Kelor, Pemberian Makanan Tambahan, StuntingAbstract
Daun kelor (Moringa Oleifera Lam) adalah tanaman yang sudah sangat lazim ditemukan terutama di daerah pesisir seperti Desa Ancu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Tanaman ini tumbuh dengan sangat suburnya di daerah ini, akan tetapi masyarakat setempat hanya mengonsumsi daun kelor ini sebagai sayur bening biasa. Tak jarang hal tersebut membuat anak-anak tidak tergiur untuk menyantapnya. Di sisi lain, daun kelor memiliki banyak manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh bahkan dapat menjadi alternatif dalam pencegahan stunting yang kini tengah marak terjadi di Indonesia. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu wujud Tridharma Perguruan Tinggi dan sebagai upaya perguruan tinggi untuk menjalin kerjasama dengan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam program pemanfaatan ini adalah pendekatan model Asset Based Community Development (ABCD) dimana model pemanfaatan ini mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar dan dimiliki oleh komunitas masyarakat itu sendiri. Partisipan program adalah kelompok masyarakat yang termasuk kategori ibu hamil, ibu balita, dan kader posyandu. Maka dari itu, Tim PKM melalui KKN Tematik II IAIN Bone membuat pudding kelor sebagai salah satu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Desa Ancu. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk membuat makanan untuk anak-anak mereka yang bernutrisi tinggi yang mudah didapatkan sehingga lebih efektif dan efisien untuk mengurangi/mencegah stunting.
References
Afiah., Syafriani., & Aprila, A. (2022). PKM Olahan Daun Kelor Dalam Upaya Peningkatan Air Susu Ibu Di Desa Salo. Community Development Journal, 3 (3): 1938-1941.
Aulia, F., & Ulfah, B. (2023). Pembiasaan Konsumsi Sayur Dan Buah Remaja Dalam Upaya Mencegah Stunting. Amma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 (6): 733.
https://aksi.bangda.kemendagri.go.id/emonev/DashPrev
Iskandar. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Modifikasi Terhadap Status Gizi Balita. Jurnal Action: Aceh Nutrition Journal, 2 (2): 121.
Prayitno, S, A., Utami, D, R., Safitri, N, M., Dewi, I, I., & Oktaviani, E. (2023). Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Pelatihan Pengolahan Ekado Di Desa Gintungan, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. DedikasiMU (Jurnal of Community Service), 5 (1): 23-28.
Purnasari, N., Dardiri, A, F., & Prasetiyo, J, R. (2023). PKM Pengolahan Produk Susu dengan Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) diKawasan Penghasil Susu Boyolali Jawa Tengah. Guyub (Jurnal of Community Engagement), 4 (2): 72-88
Rahmawati., Muflihunna, A,. & Maryam, S. (2022). Jurnal Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Untuk Produksi Kukis Sehat Bagi Ibu Hamil Untuk Mencegah Stunting. Artikel Luaran Abdimas, : 261-266.
Safira, B., Harzanah, N,D., & Sakdia, H. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Desa Gading Wetan Dalam Pengembangan Wisata Kali Kembar (Kalbar) Berbasis Asset Based Community Development (ABCD). Jurnal Pendidikan Islam, 5 (1): 67-75.
Sari, R., Kusumarini, M, D., Rizaldy, M, Y., Cahyono, H., Sholikhah, S, N., & Utomo, E, S. (2022). Diversifikasi Olah Susu Sapi Melalui Gerakan Pencegahan Stunting Di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6 (2): 299-302.
Susanti, R., Kadarisman, Y., & Ramadhani, Y. (2022). Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga Dalam Pencegahan Stunting Berbasis Pemanfaatan Potensi Lokal. Amale: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3 (1): 115.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Dinda Rilsari#123, A.Syamsu Alam, Maghfirah, Nola Dirga Sari, Diza Anisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Of Community Service agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike
2. License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
3. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



