EXTRIMISME ATAS NAMA AGAMA: PAHAM INGKARUSUNNAH DI KABUPATEN BONE
DOI:
https://doi.org/10.30863/alwajid.v5i1.5720Abstract
AbstrakSunnah merupakan salah satu elemen istimewa dalam Islam. Posisi Sunnah sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur’an telah menjadi hal yang ma’lum bi adh- dharurah, diketahui sebagai kebutuhan mendasar dalam agama. Sunnah hadir sebagai bayan (penjelas), melengkapi dan merinci ajaran al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkar sunnah adalah paham atau pendapat perorangan atau kelompok yang menolak sunnah nabi saw sebagai landasan hukum Islam. Sunnah yang dimaksud mulai dari sunnah yang sahih, baik secara substansial; yakni sunnah praktis pengamalan (sunnah ‘amaliah), atau sunnah formal yang dikodifikasikan meliputi ucapan (Qoulan), perbuatan (fi’lan), dan persetujuan Rosululloh SAW (taqriron). Di Kabupaten Bone, dotemukan individu maupun kelompok yang menganut paham inkaru sunnah yang kemunculannya karena beberapa hal, yakni kurangnya pemahaman agama yang mendalam, adanya pengaruh globalisasi dan modernisme, serta kurangnya dialog antara ulama dan masyarakat.
Kata Kunci: Inkaru Sunnah, Kabupaten Bone.
References
Amin, Kamaruddin. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis. Jakarta Selatan: PT Hikmah. 2009.
Ase, Ambo. Ilmu Hadis Pengantar Memahami Hadis Nabi SAW. Makassar: Alauddin Pers. 2010.
Azami, Muhammad Mustafa. Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya, terj. Ali Mustafa Ya’qub. Jakarta: Pustaka Firdaus. 1994.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI. 2020.
Hairillah, H. “Sunnah of theProphet Muhammad That Had Been Understood by the Majority of Muslims as Role Models; in the Form of Words, Deeds/Actions and the Approval of the Actions of Others by the Prophet Must Always Be Understood in a Dynamic and Lively Way. When Sâ€. Mazahib. XIV(2). Desember 2015.
Hammadah, Abbas Mutawali. al-Sunnah al-Nabawiyah wa Makanatuha bil Tashri’. Kairo: Dar al-Qawmiyah. t.th.
Handika, Caca. “Inkar Al-SunnahaDi Indonesia (Studi Analisis Tentang Pemikiran Inkar Al-Sunnah Ir. M. Ircham Sutarto)â€. Jurnal Dakwah Dan Sosial. 23(7). 2019.
Junaid, Ingkar Sunnah Dalam Sorotan Imam Syafi’i. Bone: Aldin. 2018. Kaharuddin dan Abdussahid. “Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam (Tinjauan
Paham Ingkar Sunnah, Syi’ah dan Orientalis)â€. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan. 2(2). 2018.
Khon, Abdul Majid. Pemikiran Modern Dalam Sunnah: Pendekatan Ilmu Hadis.
Cet. 1; Jakarta: Kencana. 2011.
Makatungkang, Ramli. “Kehujjahan As Sunnah Dalam Mengistinbatkan Hukum Islamâ€. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah. 2(2). 2016.
https://doi.org/10.30984/as.v2i2.222.
Tim Humas. Pengertian Ingkar Sunnah Sejarah Argumentasi dan Bantahan Untuk Mereka. Lampung: Universitas Islam An-Nur. 2022.
Wahid, Ramli Abdul. “Aliran Minoritas dalam Islam di Indonesiaâ€. Journal of Contemporary Islam and Muslim Societis. 1(2). 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.