URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEPRAMUKAAN DI SDN 328 UJUNG TANAH KECAMATAN BOLA KABUPATEN WAJO
Abstract
ABSTRACT
This thesis discusses the Urgency of Character Education in Scouting at SDN 328 Ujung Tanah, Bola District, Wajo Regency, the important thing to study in this thesis is the values and role of character education at SDN 328 Ujung Tanah, Bola district, Wajo regency. The research method in this thesis is a descriptive qualitative research with a pedagogic, psychological and sociological approach, using interview and documentation techniques. The data obtained were analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the Urgency of Character Education in Scouting at SDN 328 Ujung Tanah, Bola district, Wajo regency. First, the values of character education have five reinforcements, namely religious values that are instilled in scouting referring to the first Dasa Darma, namely piety to God Almighty and the second Dasa Darma, namely love of nature and compassion for fellow humans such as student activities (scout members) praying before and after carrying out scouting activities. The nationalist values instilled in scouting refer to the third Dasa Darma, namely polite and chivalrous patriots, fourth, obedient and like to consult, fifth, willing to help and steadfast, eighth, discipline, brave and loyal like scout members must be disciplined in time and polite by maintaining verbal and speech, because it will have a positive impact on himself and others around him. The value of independence that is instilled refers to the sixth Dasa Darma which is diligent, skilled and happy like every child must develop their talents to create a superior personality. The value of gotong royong refers to the fifth Dasa Darma which is willing to help and steadfast as students are taught to help each other or help each other and students must be steadfast in dealing with any problems that occur within themselves. The value of integrity refers to the eighth Dasa Darma, namely discipline, courage and loyalty, as students must have the courage to express their opinions and dare to fight for and defend the good name of their organization. Second, the role of character education in scouting can shape the character of students (scout members) to be better than before. Character education plays an important role in scouting.
ÂKeywords: character building and scouting
Â
              ABSTRAKÂSkripsi ini membahas Urgensi Pendidikan Karakter dalam Kepramukaan di SDN 328 Ujung Tanah Kecamatan Bola Kabupaten Wajo, hal yang penting dikaji skripsi ini yaitu nilai-nilai dan peranan pendidikan karakter di SDN 328 Ujung Tanah Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Metode penelitian dalam skripsi ini jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan paedagogik, psikologis dan sosiologis, dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Urgensi Pendidikan Karakter dalam Kepramukaan di SDN 328 Ujung Tanah Kecamatan Bola Kabupaten Wajo. Pertama, Nilai-nilai pendidikan karakter memiliki lima penguatan yaitu nilai religius yang ditanamkan dalam kepramukaan mengacu kepada Dasa Darma pertama yakni Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Dasa Darma kedua yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia seperti aktivitas siswa (anggota pramuka) berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan kepramukaan. Nilai nasionalis yang ditanamkan dalam kepramukaan mengacu kepada Dasa Darma ketiga yakni patriot yang sopan dan ksatria, keempat yakni patuh dan suka bermusyawarah, kelima yakni rela menolong dan tabah, kedelapan yakni disiplin, berani dan setia seperti anggota pramuka harus disiplin waktu dan sopan santun dengan menjaga lisan dan tutur katanya, karena akan berdampak positif bagi dirinya dan orang lain yang berada disekitarnya. Nilai mandiri yang ditanamkan mengacu kepada Dasa Darma keenam yakni rajin, terampil dan gembira seperti setiap anak harus mengembangkan bakat yang dimilikinya agar tercipta pribadi yang unggul. Nilai gotong royong mengacu kepada Dasa Darma kelima yaitu rela menolong dan tabah seperti siswa diajarkan untuk saling membantu atau tolong menolong dan siswa harus tabah dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi dalam dirinya. Nilai integritas mengacu kepada Dasa Darma kedelapan yaitu disiplin, berani dan setia seperti siswa harus memiliki sikap berani mengungkapkan pendapat dan berani memperjuangkan dan mempertahankan nama baik organisasinya. Kedua, perananan pendidikan karakter dalam kepramukaan dapat membentuk karakter siswa (anggota pramuka) menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pendidikan karakter sangat berperan penting dalam kepramukaan.
Â
Kata kunci: Pendidikan Karakter, KepramukaanReferences
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Abdullah K. Berbagai metodologi dalam Penelitian Pendidikan dan Manajemen Cet. I; Samata-Gowa: DIPA STAIN Watampone. 2017.
Abdurahman, Maman, dan Sambas Ali Muhidin. Panduan Praktis Memahami Penelitian Cet. I; Bandung: Pustaka Setia. 2011.
Aeni Ani Nur. Pendidikan Karakter untuk Mahasiswa PGSD Cet. I; Bandung: Upi Press. 2014.
Badar at-Taubany, Trianto Ibnu & Suseno Hadi. Desain Pengembangan Kurikulum 2013 di Madrasah Cet. I; Depok: Kencana. 2017
Bungin. Burhan. Metode Penelitian Kualitatif Cet. VIII; Jakarta: Raja Grafindo. 2011.
Dr. H. Sukiyat. Pendidikan Kepramukaan Berbasis Pendidikan Karakter Cet. I; Surabaya: . 2020.
Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data (Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers. 2014.
Fatchul. Mu’in. Pendidikan Karakter Konstruksi Teoretik & Praktik Cet. II; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2001.
Ghony, Djunaidi dan Al Mansur.Fauzan. Metode Penelitian Kualitatif Cet. II; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2014.
Gunawan, Imam . Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik Cet. IV; Jakarta: Bumi Aksara. 2016.
Hallen. Bimbingan dan Konseling Islam Cet. I; Jakarta: Ciputat Pers. 2002.
Hanurawan, Fattah. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Psikologi Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2016.
Hartatik.Yulianti. Implementasi Pendidikan Karakter di Kantin Kejujuran. Cet. I; Malang: Gunung Samudera. 2014.
Hidayahtullah. Furqon. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban BangsaCet.I; Surakarta: Yuma Pustaka. 2010.
Hikmawati, Fenti . Metodologi Penelitian Cet. I; Depok: Rajawali Pers. 2017.
Karsidi. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP SD/MI. Cet. I; Solo: PT Tiga Serangkai Mandiri. 2007.
Kemendiknas Republik Indonesia. Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas. 2010.
Kementrian Pendidikan Nasional. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter
Koesoema. Doni A. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Modern Jakarta: Grasindo. 2007.
Kuncoro. Mudrajad. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi Cet. I; Jakarta: Erlangga. 2003.
Kwarnas. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Semarang: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
M. Mahbubi. Pendidikan Karakter: Implementasi Aswaja Sebagai Nilai Pendidikan KarakterYogyakarta: Pustaka Ilmu. 2012.
Manalu, Mano P dan Simamora. Boni Fasius . Gerakan Pramuka Mempersiapkan Generasi MudaJakarta Timur: Lestari Kiranatama. 2014.
Megawangi, Ratna. Pendidikan Karakter Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa Cet. I; Jakarta: 2004.
Melinda dan Elly Sri. Pendekatan Pramuka Implementasi pada Pendidikan Khusus Jakarta: Luxima. 2013.
Mulyasa. Manajemen Pendidikan Karakter Jakarta: Bumi Aksara. 2011.
Muslich. Masnur. Pendidikan Karakter Menjawab tantangan krisis Multimedia Cet. V; Jakarta: Bumi Aksara. 2015.
Nata, Abudin. Metodologi Studi IslamCet. VIII; Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2003.
Prastowo Andi. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu: Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI Cet. I; Jakarta: Prenadamedia Group. 2015.
Ridwan. dkk. Pedoman Penulisan makalah dan Skripsi Mahasiswa IAIN Bone Ed.Revisi Cet. I; Watampone: Pusat Penjaminan Mutu P2M IAIN Bone. 2016.
Rosidatun. Model Implementasi Pendidikan Karakter.Cet. I; Gresik: Caremedia Communication. 2018.
Sadullah. Uyoh. dkk. Pedagogik Ilmu MendidikCet. I; Jakarta: Alfabeta. 2010.
SalehAbdurrahman & Wahab.Muhhib Abdul. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam Cet. I; Jakarta: Kencana. 2004.
Saptono. Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan. Strategi dan Langkah Praktis Jakarta: Esensi. 2011.
Sholihat. Mamay. “Pendidikan Karakter melalui Pembinaan Kepramukaan di SMP Pamulang. Djojoredjo†(Skripsi Program Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. 2016.
SK Kwarnas tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (Jakarta: Pustaka Tunas Media. 2009). h. 27. BAB III Pasal 8 Ayat 2
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R & D Cet. XXI; Bandung: Alfabeta. 2014.
Sukandarrumidi. MetodologiPenelitianCet. IV; Yogyakarta: GadjahMada University Press. 2012.
Sukmadinata. Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan Cet. II; Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006.
Supriyoko. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Jakarta: Samudera Biru. 2011.
Suwito. dkk. Character Building Cet. I; Yogyakarta: Tiara Wacana. 2008.
Tilaar. Peradigma Baru Pendidikan Nasi
onal Cet.I; Jakarta: Rineka Cipta. 2004.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka. 2002.
Tim PPK Kemendikbud. Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah MenengahJakarta: Kemendikbud RI. 2017.
Umar. Husein. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Cet. II; Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1999.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional & Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Cet. II; Jakarta: Visimedia. 2007.
Wiyani.Novan Ardy. Konsep Praktik dan Strategi Membumikan Pendidikan Karakter di SD.
Zainul F. Buku Pintar Pramuka: Satyaku Kudarmakan. Darmaku Kubaktikan Cet. II; t.tp: Duta Prestasi. 2016.
Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan Jakarta: Kencana. 2011.

