ISYARAT-ISYARAT NABI PEREMPUAN DALAM AL-QURAN (STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG NABI PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-KASYAF DAN AL-JAMI' LI AHKAMIL QURAN LIL QURTHUBI)
DOI:
https://doi.org/10.35673/ajdsk.v6i1.846Abstract
Abstrak
Tulisan ini membahas tentang keberadaan nabi perempuan yang masih sangat sulit diterima, karena banyak pendapat ulama yang mendefinisikan nabi itu haruslah dari kalangan laki-laki, laki-laki adalah sosok yang ada diatas perempuan dalam segi tenaga, postur tubuh serta kekuatan, dan nabi adalah sosok pemimpin yang pada umumnya berasal dari laki-laki, terdapat beberapa ulama tafsir yang menerima dan menolak keberadaan nabi perempuan dengan berbagai alasan dan dalil yang kuat, akan tetapi sampai saat ini masih belum ada penjelasan yang pasti antara benar atau tidaknya keberadaan nabi dari kalangan perempuan tersebut, dalam alquran disinyalir ada informasi tentang keberadaan nabi perempuan. Maka dari itu penulis mencoba meneliti pendapat dua ulama tafsir yang saling bertentangan tentang pandangan adanya nabi perempuan, ulama tafsir itu adalah Imam Al-Qurthubi dengan tafsirnya Al-jami' li ahkamil Quran lil Qurthubi dan Az-Zamakhsyari dengan tafsirnya Al-Kasyaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Qurthubi dan Zamakhsyarri mengenai ayat-ayat tentang isyarat adanya nabi dari kalangan perempuan.
 Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan, Objek kajiannya adalah ayat-ayat tentang isyarat adanya nabi dari kalangan perempuan, adapun sumber data yang penulis gunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah al-Quran dan kitab tafsir Al-jami' li ahkamil Quran lil Qurthubi karya imam al-Qurthubi dan kitab tafsir Al-Kasyaf karya az-Zamakhsyari. Sedangkan sumber sekunder yaitu buku-buku, jurnal, artikel yang berkaitan dengan penelitian ini.
Dilihat dari penafsiran Qurthubi dan Zamakhsyari mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan isyarat adanya nabi dari kalangan perempuan, kedua mufassir tersebut bertolak belakang dalam menentukan adanya nabi dari kalangan perempuan. Qurthubi berpendapat bahwa Maryam adalah seorang nabi dari kalangan perempuan yang menerima wahyu dari Allah dan dipilih untuk mengandung Isa tanpa perantara seorang suami, akan tetapi Zamakhsyari hanya berpendapat bahwa Maryam itu disepesialkan oleh Allah karena mengandung Isa yang kelak akan menjadi seorang rasul, dan pesan yang dibawa Jibril kepadanya adalah sebuah Ilham bukanlah sebuah wahyu.
Hal ini berujung pada kesimpulan Qurthubi yang mengklaim bahwa Maryam adalah seorang nabi dari kalangan perempuan karena menerima wahyu, akan tetapi Qurthubi tidak mengakui perempuan lain seperti : Ummi Musa, Khodizah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad sebagai nabi dari kalangan perempuan karena berbagai alasan. Tanda mukjizat-pun tergambar pada penafsiran Qurthubi yang membahas Maryam mengandung seorang bayi yang kelak menjadi rasul dan diutus Allah untuk umatnya.
Â
Kata kunci    : Tafsir, Qurthubi, Nabi Perempuan
Â
References
A S Hornby. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Jonathan Crowther. Oxford: Oxford University Press, 1995.
Abdullah IbnManzur. Lisanal’Arab. Beirut: Dar Sadir, t.t.
Abil ’Izz al-Hanafi. Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf, t.t.
Al-Razi. Mafatih al-Ghaib al-Tafsir al-Kabir. Kairo: Maktabah al-Amirah asy-Syarqiyah, 1889.
Departemen Agama RI. Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Depag, 1987.
Fachruddin Hs. Ensiklopedi Alquran. Jakarta: PT. Rineka Cipta, t.t.
Hammudah Abdalati. Islam Dalam Sorotan. Surabaya: Bina Ilmu, 1981.
Hans Wehr. A Dictionary of Modern Written Arabic. Wiesbaden: Otto Harrassowitz, 1971.
Imaduddin Abu al-Fida’ Ismail ibn Katsir. Qasas al-Anbiya’. Mesir: Dar al-Thab’ah al-Nasr al-Islamiyah, 1997.
Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014.
Muhammad Baqir Muhammad. Ulumul Qur’an. Jakarta: Al-Huda, 2006.
Murtadha Muthahhari. Falsafah Kenabian. Jakarta: Pustaka Hidayah, 1991.
“Perbedaan Nabi dan Rasul.†Diakses 19 November 2015. http://kisahrasul.blogspot.com.
Syaikh Abdullah bin Zaid Ali Mahmud. al-IttihafAhfiya’ bi Risalah al-Anbiya’. Qatar: Ri’asah al-Mahakim asy-Syar’iyyah wa asy-Syu’un ad-Diniyyah, 1991.
Syaikh Manna Al-Qathathan. Pengantar Studi Ilmu Alquran. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2005.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 2 ed. Jakarta: BALAI PUSTAKA, 1996.
Umar Sulaiman al-Asyqar. Al-Rusulwa al-Risalat. Kuwait: Maktabah al-Falah, 1985.