IBADAH SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI TRANSENDENTAL
DOI:
https://doi.org/10.35673/ajdsk.v7i2.2404Abstract
Tulisan ini mengkaji lebih bagaimana komunikasi transendental yang merupakan bagian dari praktik komunikasi yang tidak pernah terlepas dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim yang menjalankan perintah Allah swt. Dengan menggunakan metode kualiatif deskriptif, tulisan ini menyajikan kajian yang dinarasikan melalui pengumpulan data-data dari referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Komunikasi trasendetal dalam shalat dapat diibaratkan bahwa Tuhan adalah sebagai penerima (communican), sedangkan pelaku bertindak sebagai pengirim pesan (communicator), sumbernya (source) adalah dari para pelakunya atau kejadian yang dialami, medianya (channel) adalah shalat atau doa, (effect) adalah ketenangan jiwa yang akan kita dapatkan atau simbol-simbol dan tanda-tanda lainnya tang tuhan kirimkan kepada manusia. Komunikasi trasendental dalam Islam dapat dilakukan melalui berbagai macam media yang dikenal dengan ritual ibadah, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah.Â
References
Bisri, Mustafa. Al-hikam Rampai hikmah Ibn Athaillah. Cet II. Jakarta, 2007.
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2006).
Kementerian Agama RI. Al-Quran dan Terjemahnya. Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia. 2012.Al-Ghazali, Sapaan Alam Tafakkur Al-Ghazali Atas Fenomena Alam. Jakarta: Iiman dan Hikmah. 2003.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007.
Muis. Komunikasi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2001.
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005.
Mulyana, Deddy. Nuansa-Nuansa Komunikasi; Meneropong Politik Dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1999.
Padje, Gud Reacht Hayat. Komunikasi Kontemporer: Strategi, Konsepsi, dan Sejarah. Kupang: Universitas PGRI. 2008.
Syam, Nina W. Filsafat sebagai Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa. 2013.