Revolusi Sunyi Kurikulum: Integrasi Nilai Cinta sebagai Ruh Pendidikan Kemanusiaan di Madrasah

Authors

  • Suci Indah Maharani Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30863/maraja.v4i1.6016

Keywords:

curriculum , silent revolution, love values, humanistic education, madrasah

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena “revolusi sunyi” dalam kurikulum madrasah melalui pendekatan studi literatur. Kurikulum tidak dipahami semata sebagai dokumen kaku, melainkan sebagai entitas dinamis yang dapat dihidupkan dengan nilai cinta sebagai ruh pendidikan kemanusiaan. Dengan menganalisis teori kurikulum, filsafat pendidikan Islam, dan psikologi perkembangan, penelitian ini berargumen bahwa integrasi nilai cinta memiliki peran transformatif dalam menggeser paradigma pembelajaran dari berpusat pada konten menuju berpusat pada ruh kemanusiaan. Pergeseran ini berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan demikian, cinta diposisikan sebagai fondasi penting dalam mengembangkan pendidikan madrasah yang holistik, humanistik, serta relevan dengan tantangan abad ke-21.

References

Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Ghazali. (2002). Ihya’ Ulumuddin. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Inglehart, R. (1977). The silent revolution: Changing values and political styles among Western publics. Princeton University Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Kebijakan Merdeka Belajar dalam kerangka pendidikan humanistik. Kemendikbud RI.

Lestari, S. (2020). Pembelajaran berbasis kasih sayang dalam pendidikan Islam di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(3), 245–258.

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346

Minorrahman. (2022). Paradigma baru pendidikan humanistik dalam kurikulum madrasah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 123–135.

Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of California Press.

Nyayu, N. (2021). Kurikulum humanistik sebagai ruh pendidikan madrasah. Jurnal Tarbiyah, 28(1), 15–30.

Rahman, A. (2022). Pendekatan kurikulum humanistik dalam pendidikan madrasah: Integrasi nilai cinta dan spiritualitas. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 7(1), 22–34.

Rogers, C. (1983). Freedom to learn for the 80s. Merrill.

State University of New York Cortland. (2002). Humanistic education: Philosophy and practice. SUNY Cortland Press.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (1996). Learning: The treasure within. UNESCO Publishing.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2015). Rethinking education: Towards a global common good? UNESCO Publishing.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2021). Futures of education: Learning to become. UNESCO Publishing.

Universitas Negeri Yogyakarta. (2018). Pendidikan berbasis kasih sayang untuk anak usia sekolah dasar. UNY Press.

Published

2026-02-28

How to Cite

Maharani, S. I. (2026). Revolusi Sunyi Kurikulum: Integrasi Nilai Cinta sebagai Ruh Pendidikan Kemanusiaan di Madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Research Journal, 4(1), 256–261. https://doi.org/10.30863/maraja.v4i1.6016

Issue

Section

Articles

Citation Check