Revolusi Sunyi Kurikulum: Integrasi Nilai Cinta sebagai Ruh Pendidikan Kemanusiaan di Madrasah
DOI:
https://doi.org/10.30863/maraja.v4i1.6016Keywords:
curriculum , silent revolution, love values, humanistic education, madrasahAbstract
Penelitian ini membahas fenomena “revolusi sunyi” dalam kurikulum madrasah melalui pendekatan studi literatur. Kurikulum tidak dipahami semata sebagai dokumen kaku, melainkan sebagai entitas dinamis yang dapat dihidupkan dengan nilai cinta sebagai ruh pendidikan kemanusiaan. Dengan menganalisis teori kurikulum, filsafat pendidikan Islam, dan psikologi perkembangan, penelitian ini berargumen bahwa integrasi nilai cinta memiliki peran transformatif dalam menggeser paradigma pembelajaran dari berpusat pada konten menuju berpusat pada ruh kemanusiaan. Pergeseran ini berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan demikian, cinta diposisikan sebagai fondasi penting dalam mengembangkan pendidikan madrasah yang holistik, humanistik, serta relevan dengan tantangan abad ke-21.
References
Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Ghazali. (2002). Ihya’ Ulumuddin. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Inglehart, R. (1977). The silent revolution: Changing values and political styles among Western publics. Princeton University Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Kebijakan Merdeka Belajar dalam kerangka pendidikan humanistik. Kemendikbud RI.
Lestari, S. (2020). Pembelajaran berbasis kasih sayang dalam pendidikan Islam di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(3), 245–258.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396. https://doi.org/10.1037/h0054346
Minorrahman. (2022). Paradigma baru pendidikan humanistik dalam kurikulum madrasah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 123–135.
Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of California Press.
Nyayu, N. (2021). Kurikulum humanistik sebagai ruh pendidikan madrasah. Jurnal Tarbiyah, 28(1), 15–30.
Rahman, A. (2022). Pendekatan kurikulum humanistik dalam pendidikan madrasah: Integrasi nilai cinta dan spiritualitas. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 7(1), 22–34.
Rogers, C. (1983). Freedom to learn for the 80s. Merrill.
State University of New York Cortland. (2002). Humanistic education: Philosophy and practice. SUNY Cortland Press.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (1996). Learning: The treasure within. UNESCO Publishing.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2015). Rethinking education: Towards a global common good? UNESCO Publishing.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2021). Futures of education: Learning to become. UNESCO Publishing.
Universitas Negeri Yogyakarta. (2018). Pendidikan berbasis kasih sayang untuk anak usia sekolah dasar. UNY Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 suci indah maharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Madrasah Ibtidaiyah Research Journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



